Mengapa Soekarno bersikukuh menolak paksaan sekelompok anak muda yang dipimpin oleh Soekarni yang memaksa agar proklamasi diserukan sekarang juga (sebelum tanggal 17 Agustus 1945) dalam Peristiwa Rengasdengklok?
Salah satu alasannya, Soekarno sebelumnya sudah mendapatkan waktu yang baik untuk proklamasi yaitu pada 17 Agustus 1945, Jumat Legi, 9 Ramadan 1364. Dari mana Bung Karno mendapatkan waktu yang baik ini?
Dari seorang ulama pimpinan Muhammadiyah Madiun, KH. Abdoel Moekti. Sang Kiai menambahkan, apabila tidak diproklamasikan pada tanggal tersebut hanya akan menemui hari yang demikian bahagia itu, 300 tahun yang akan datang.
Di luar nalar? Bagi kita yang memang ilmunya terbatas mungkin berpikir seperti itu. Tetapi bagi ulama yang mukasyafah hal tersebut bukanlah merupakan suatu hal yang aneh.
Diduga kepastian waktu yang baik itulah yang membuat Bung Karno berani lantang berkata pada Soekarni dan kawan-kawan, "Ini leher saya, seretlah saya ke pojok itu, dan sudahilah nyawa saya malam ini juga, jangan menunggu sampai besok."
| Deden Gumilang, penulis adalah dosen Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadlul Ulum, Tasikmalaya.
Salah satu alasannya, Soekarno sebelumnya sudah mendapatkan waktu yang baik untuk proklamasi yaitu pada 17 Agustus 1945, Jumat Legi, 9 Ramadan 1364. Dari mana Bung Karno mendapatkan waktu yang baik ini?
Dari seorang ulama pimpinan Muhammadiyah Madiun, KH. Abdoel Moekti. Sang Kiai menambahkan, apabila tidak diproklamasikan pada tanggal tersebut hanya akan menemui hari yang demikian bahagia itu, 300 tahun yang akan datang.
Di luar nalar? Bagi kita yang memang ilmunya terbatas mungkin berpikir seperti itu. Tetapi bagi ulama yang mukasyafah hal tersebut bukanlah merupakan suatu hal yang aneh.
Diduga kepastian waktu yang baik itulah yang membuat Bung Karno berani lantang berkata pada Soekarni dan kawan-kawan, "Ini leher saya, seretlah saya ke pojok itu, dan sudahilah nyawa saya malam ini juga, jangan menunggu sampai besok."
| Deden Gumilang, penulis adalah dosen Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadlul Ulum, Tasikmalaya.
Komentar
Posting Komentar