Saya rasa jika masyarakat ingin pemikiran --merujuk pernyataan MUI-- yang dianggap menyimpang dari Muhammad Syahrur yang dipromosikan kembali oleh Abdul Aziz ini tidak lagi muncul di tahun-tahun yang akan datang, ada satu solusi.
Mengapa Soekarno bersikukuh menolak paksaan sekelompok anak muda yang dipimpin oleh Soekarni yang memaksa agar proklamasi diserukan sekarang juga (sebelum tanggal 17 Agustus 1945) dalam Peristiwa Rengasdengklok?